Rumah Literasi Hijau
Tumbuh Berkelanjutan

Rumah Literasi Hijau

PROGRAM KAMI

HEADLINE

Yayasan Rumah Literasi Hijau mendorong Gerakan Pulauku Nol sampah dengan berusaha penyelesaian sampah berbasis rumah tangga dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak

01
Rumah Hijau

Program pendampingan masyarakat Pulau Pramuka dan Pulau Panggang berbasis rumah tangga yang berfokus pada program untuk merespon isu sampah, air bersih, pangan, ekonomi kreatif, Kesehatan, dan energi di daerah pesisir berbasis Rumah Tangga. Program ini sudah berjalan sejak Maret 2017 sebagai tindak lanjut dan penguatan program-program lingkungan yang dilakukan oleh SPKP Samo-samo sebelumnya.

02
Rumah Lestari

Pengembangan Program Rumah Hijau di Pulau Pramuka yang coba kami terapkan di Pulau Kelapa. Program ini digagas di Januari 2023 untuk lebih mengembangkan pendampingan masyarakat berbasis rumah tangga berbasis konservasi lingkungan. Pendampingan yang dilakukan antara lain:

03
Pustaka hijau

Pustaka Hijau adalah sekolah ikhtiar, di mana kami belajar mengenali kembali, menyalakan lagi cahaya semangat bahwa ada amanah memakmurkan bumi. Pustaka Hijau adalah semua bagian ekosistem kehidupan: manusia bersama bumi, dalam skala yang lebih sempit: kita dan lingkungan sekitar. Karena Pustaka Hijau adalah sekolah ikhtiar, maka kelas-kelasnyapun kelas-kelas ikhtiar bermuatan aksi. Sarananya seluruh bagian lingkungan: perkampungan-hutan-pantai-laut, semua. Kurikulumnya adalah kurikulum kebutuhan. Strateginya adalah strategi kolaborasi dan elaborasi. Skala penilaiannya adalah kebahagiaan yang saling menyempurnakan. Guru-muridnya adalah setiap variabel yang senantiasa saling bertukar tempat untuk selalu jadi pembelajar kehidupan.

04
Kelas Iklim

Kelas Iklim digagas dengan tujuan untuk memberi ruang kepada anak-anak dan pemuda di Pulau Pramuka dalam mengenali kembali hubungan dirinya dengan alam lingkungannya. Setiap akhir pekan, mereka berkumpul di Hutan Eduwisata Pulau Pramuka untuk belajar menjaga alam, dipandu oleh fasilitator dari Variabel Bebas, SPKP Samo-Samo, Kader Konservasi dan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kegiatan Pustaka Hijau terdiri dari dua kelas yaitu Kelas Iklim untuk siswa sekolah dasar dan 2hoursgreen untuk para pemuda.

05
Edu Trip

“EduTrip” merupakan trip yang dikemas dengan pemberian edukasi konservasi, workshop, juga aksi lingkungan secara langsung untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Dengan mengusung tema “Sedekah untuk Bumi”, EduTrip ini menekankan bahwa setiap manusia wajib untuk bersyukur atas alam yang telah diberikan begitupun sebaliknya bahwa alam berhak mendapatkan perlakuan khusus dari manusia. EduTrip ini diharapkan dapat menjadi ungkapan rasa syukur kepada alam sekaligus menjadi tempat “bersedekah” untuk alam. Dengan konsep yang menggabungkan jalan-jalan dengan pemberian edukasi konservasi, diharapkan EduTrip ini dapat dijadikan anak tangga untuk menjaring volunteer-volunteer yang peduli akan permasalahan lingkungan sehingga partisipasi sekaligus kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin meningkat.

06
Workshop Perubahan Iklim

Dalam mendukung Gerakan Pulauku Nol Sampah dan sebagai bentuk upaya konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, kamu berusaha mengadakan kegiatan workshop Perubahan Iklim yang ditujukan kepada para anggota, masyarakat sekitar dan juga wisatawan/tamu yang berkunjung ke Hutan Edukasi Konservasi. Kegaitan workshop tersebut antara lain Ecobrick, Pengolahan Jelantah, Hidroponik, Recycle, Pirolisis, Briket dari Sampah, dan Komposting. Dengan harapan ilmu yang didapat dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar masing-masing.

07
Campung Iklim (Camping Climate Change)

Campung Iklim merupakan kegaitan camping yang menjadi evaluasi dari Program Pustaka Hijau dan Kelas Iklim, dimana para peserta diajak untuk meningkatkan semangat konservasi lingkungan yang dikemas dengan permainan dan sebagai media untuk mencari bentuk edukasi konservasi yang ideal diterapkan di Pustaka Hijau dan Kelas Iklim. Sehingga dapat membangun keberanian anak-anak dan dapat membangun budaya praktis, yaitu menautkan antara teori dan praktik. Dimana menjadikan praktik sebagai bahan baku membangun kerangka teori keilmuan dan mempraktikkan satu hal dengan didasrai oleh basis teoritik yang kokoh

08
Festival Hutan Pantai

Setiap kegiatan yang dilakukan di Hutan Edukasi Konservasi perlu untuk di sampaikan kepada publik melalui sebuah kegiatan yang terbuka untuk umum dalam bentuk festival kebudayaan. Sehingga pihak yang terlibat dalam setiap kegiatan di Hutan Edukasi Konservasi dapat mengeksplore potensinya baik dalam bidang seni budaya namun tetap menyampaikan nilai-niai konservasi lingkungan.

Scroll to Top
Open chat
Selamat Datang di Yayasan Rumah Literasi Hijau, Mohon isi data anda terlebih dahulu

Nama Lengkap :
Instansi :
Email :